Bursa saham turun-turun dan turun. Dolar naik-naik dan naik. Sebenarnya itu tidak seberapa lantaran hanya mempengaruhi segelintir orang saja yang memang menempatkan uangnya (investasi) di bursa.
Tapi yang cukup berasa bagi kebanyakan orang masyarakat Indonesia yaitu biaya hidup yang dirasakan semakin berat dan semakin mahal. Entah apa lantaran disebabkan oleh inflasi, atau disebabkan oleh impor barang yang belum masuk atau disebabkan panen gagal atau apapun alasannya, yang niscaya kenaikan harga cabai, jengkol, daging dan kini kedelai tidak dapat dipungkiri dan hal ini cukup memukul masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Beberapa tips mudah yang dapat kita lakukan dalam kondisi keuangan kritis.
Tapi yang cukup berasa bagi kebanyakan orang masyarakat Indonesia yaitu biaya hidup yang dirasakan semakin berat dan semakin mahal. Entah apa lantaran disebabkan oleh inflasi, atau disebabkan oleh impor barang yang belum masuk atau disebabkan panen gagal atau apapun alasannya, yang niscaya kenaikan harga cabai, jengkol, daging dan kini kedelai tidak dapat dipungkiri dan hal ini cukup memukul masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.
Lalu apa yang harus kita lakukan? Beberapa tips mudah yang dapat kita lakukan dalam kondisi keuangan kritis.
Prioritas
Yang pertama dilakukan dan sebaiknya dilakukan yaitu menyusun ulang prioritas pengeluaran dan penggunaan keuangan bulanan kita. Sering kali banyak di antara kita mengeluh “boro-boro, duit masuk rekening eksklusif keluar lagi”.
Tapi berapa banyak dari kita yang pernah duduk sekitar 3 jam dan menciptakan daftar tertulis berisi pengeluaran secara detil dan terinci. Membuat daftar tertulis dengan memikirkan di otak kita saja memiliki imbas yang sangat berbeda.
Dari daftar tersebut kemudian buat tanda (pakai pewarna dll) mana saja pengeluaran yang sifatnya prioritas. Coba jujur pada diri kita. Kata kuncinya adalah, apabila pengeluaran ini saya tunda apakah dapat mencelakakan saya dan keluarga kini dan ke depannya? Kalau jawabnya tidak, berarti belum menjadi prioritas.
Berburu Sale
Di ketika kondisi keuangan ngepas atau sulit, maka ketika berbelanja, termasuk berbelanja kebutuhan pokok, tidak ada salahnya kita berburu barang-barang sale. Barang dapat dijual murah alias diskon dengan banyak sekali alasan, misalnya: tanggal kadaluarsa sudah dekat, keluar barang gres menggantikan barang lama, toko memiliki stok barang gres dan harus secepatnya menghabiskan stok barang lama, memang sedang ada promo, dan banyak lagi yang lainnya.
Yang terpenting apabila kita membeli barang ini untuk tetap memperhatikan kualitas barang jangan hingga barang yang dibeli tidak layak pakai atau tidak layak konsumsi.
Belajar Menabung/Investasi
Wah duit lagi cekak kok tetap disuruh menabung & investasi? Ya, betul sekali. Apapun alasan uang kita pas-pasan, kita tetap harus selalu berusaha untuk menyisihkan sebagian kecil dari uang kita untuk ditabung dan investasi, contohnya 10% atau 15% dari penghasilan.
Kalau jumlahnya terlalu besar, kita dapat mulai dengan Rp 250 ribu, Rp 100 ribu bahkan hanya dengan Rp 50 ribu saja. Yang terpenting di sini yaitu membentuk mentalitas bahwa dalam kondisi apapun kita tetap dapat membagi keuangan kita dengan baik dan tetap ada pos di mana kita menyimpan uang kita dan tidak membelanjakan seluruhnya.
Lagipula, tabungan (emergency fund) kan dapat digunakan lagi jikalau kondisi keuangan sedang darurat menyerupai kini ini.
Sumber dari :
http://finance.detik.com/duit-cekak-bagusnya-gimana
Tag :
lainnya

0 Komentar untuk "Tips Yang Harus Kita Lakukan Dalam Kondisi Keuangan Kritis"