Membeli asuransi sanggup dikatakan gampang-gampang susah, sebab ada banyak pertimbangan yang harus diperhatikan. Apalagi dengan tingginya persaingan antara perusahaan asuransi ibarat kini ini. Namun ada beberapa faktor penting yang harus Anda ketahui sebelum Anda membeli asuransi. Nah, apa saja tips menentukan asuransi? Berikut ulasannya.
1. Memahami diri.
Sebagai pemegang atau pembeli asuransi, kita harus tahu benar dan terperinci kebutuhan kita. Produk asuransi begitu banyak dan bervariasi. Pemilihan yang sesuai kebutuhan harus menjadi prioritas.
Pada tahap awal, asuransi kesehatan sangat dibutuhkan pihak yang mulai mengumpulkan investasi asuransi. Asuransi kesehatan menanggung biaya pengobatan, termasuk jikalau harus rawat inap. Selanjutnya, asuransi jiwa menanggung risiko atas ketidakpastian dimasa mendatang.
Asuransi ini mengatakan jaminan sejumlah dana untuk keluarga yang ditinggalkan bila pemegang polisnya meninggal dunia. Artinya, kita memindahkan risiko yang dihadapi keluarga di masa mendatang kepada perusahaan asuransi.
Apabila kedua asuransi ini telah dimiliki, selanjutnya kita memerlukan asuransi atas barang yang dimiliki. Misalnya, asuransi rumah bebas dari kebakaran, asuransi kendaraan beroda empat atas kehilangan atau kecelakaan bisa dibentuk juga termasuk pihak ketiga.
Jika sudah memilikinya, gres dipikirkan asuransi yang sangat spesifik dan ditawarkan kepada publik. Misalnya, asuransi jabatan pekerjaan atau asuransi frofessional indemnity. Asuransi ini dibutuhkan dokter, broker saham, dan MI.
2. Mencari asuransi yang diinginkan dan ditawarkan perusahaan asuransi.
Perusahaan asuransi banyak mengatakan produknya dan sangat bervariasi antara satu perusahaan dan lainnya. Untuk produk ini, pembeli produk asuransi harus mencermati produk yang ditawarkan tersebut. Bila perlu, pembeli bisa berkonsultasi dengan teman-teman atau hebat asuransi.
Ketika mencermati produk tersebut, pembeli harus memahami bahasa aturan dari brosur produk yang ditawarkan. Premi produk yang sama bisa berbeda untuk masing-masing asuransi.
3. Memperhitungkan kemampuan atas asuransi yang akan dibeli.
Bila pembeli ingin hanya asuransi, premi tersebut merupakan sebuah biaya, bukan investasi. Tahun berikutnya pembeli harus membayar premi lagi dan kemungkinan akan ada kenaikan premi dikarenakan adanya inflasi atau biaya yang dikeluarkan perusahaan asuransi.
Jangan memaksakan diri jikalau tidak bisa untuk asuransi tersebut. Lebih baik menunda dan melaksanaka tahun berikutnya. Bila pembeli memaksakan diri, pos lain harus dikorbankan supaya sanggup membeli produk asuransi.
4. Mencocokkan produk asuransi dengan kemampuan dana.
Ini merupakan proses mengambil keputusan untuk pemilihan produk asuransi yang akan dibeli. Jika produk asuransi yang diinginkan ada beberapa, dan ditawarkan tidak hanya oleh satu perusahaan, itu merupakan informasi yang sangat manis bagi pembeli sebab ada pilihan.
5. Membahas isian produk asuransi dari perusahaan asuransi yang sudah terpilih sesuai kemampuan dana.
Pembahasan ini sangat penting sebab brosur yang diberikan untuk dibaca sering kali diabaikan, dan kita kurang teliti. Semua brosur dan informasi dari biro penjual sebaiknya didiskusikan dengan pihak yang mengerti hukum, supaya pilihan lebih terjamin.
Karena mambutuhkan biaya, pembeli sanggup bertanya kepada teman, atau “teman dari teman“ yang memahaminya. Biaya kecil ibarat makan siang bolehlah ditanggung untuk menambah luas pengetahuan kita.
6. Memilih perusahaan asuransi juga tak kalah penting.
Pembeli asuransi harus terperinci dan hati-hati supaya tidak salah pilih. Pembeli asuransi harus mengetahui rekam jejak perusahaan. Status kepemilikan perusahaan kadang juga menjadi faktor pemilihan, tetapi bukan faktor utama.
Ada perusahaan asuransi yang masih kecil, tetapi rekam jejaknya sangat sanggup dipercaya. Pembeli asuransi bisa bertanya kepada nasabah atau pembeli asuransi dari perusahaan tersebut. Bahkan, bisa bertanya kepada pihak yang sudah pernah dibayarkan asuransinya sesuai perjanjian.
Perusahaan yang besar juga sering kali melaksanakan ketidakwajaran. Sering kita dengar bahwa perusahaan asuransi sangat getol kala menagih premi, tetapi sangat susah ketika pencairan klaim asuransi. Keterlambatan pencairan klaim umumnya sebab perusahaan masih melaksanakan penyilidikan atas suatu insiden yang menimbulkan timbulnya klaim.
Kepemilikan abnormal atau lokal juga sering menjadi pilihan. Pemilik abnormal biasanya lebih berpengalaman dibandingkan dengan lokal. Namun, pembeli bisa menilai sendiri mengenai karakteristik ini. Manajeman yang baik akan selalu memerhatikan nasabahnya. Biasanya perusahaan asuransi melaksanakan pertemuan dengan nasabahnya untuk berkenalan sehingga produknya banyak dibeli.
7. Menandatangani perjanjian asuransi.
Tahap ini perlu diperhatikan secara saksama apakah isi perjanjian sesuai penawaran dan impian kita. Pembeli jangan terpengaruhi dengan kalimat bahwa semua sudah sesuai impian Anda. Bila jawabannya merupakan materi yang baku dari perusahaan, pembeli harus hati-hati dan minta ditunda semoga sesuai impian pembeli. Apa yang tertulis dalam perjanjian menjadi pegangan masing-masing pihak.
Dalam membeli produk asuransi, pembeli selalu bertemu biro penjual. Jangan terpengaruhi dengan perilaku biro yang ingin cepat-cepat pembelian ditutup sebab pembeli bisa salah dalam mengambil keputusan. Pembeli hendaknya tidak memperhatikan secara terperinci gelagat sangat berminat terhadap satu produk.
Kehati-hatian sangat diperlukan. Dana pembelian bukan milik orang lain, tetapi milik Anda. Kerugian atau risiko atas kesalahan pembelian asuransi tetap ditanggung pembeli, bukan pihak lain. ( ADLER HAYMANS MANURUNG, praktisi Keuangan)
Sumber :
http://www.jiwasraya.co.id/detailberita.php?id=179&lang=id
Tag :
tips
.jpg)
0 Komentar untuk "Tips Menentukan Asuransi (Umum)"